KAS bersama ustadz Issa Chao

Sumber : http://formmit.org

kas1KAJIAN AHAD SORE (KAS)
Minggu ini, seperti biasanya teman-teman Formmit Utaratu selalu menyibukkan diri di Cultural Mosque Taipei atau biasa kita menyebutnya Masjid Kecil. Letaknya dekat dengan sarang mahasiswa Indonesia, seperti di NTUST dan NTU. Banyak yang Formmit kerjakan di sana. Formmit memiliki beberapa program bagi para teman-teman pekerja Indonesia yang ada di Taiwan ini khususnya yang tinggal di Taipei. Di antaranya, pelatihan komputer, dan pelatihan bahasa Mandarin. Semester lalu bahkan pernah ada pelatihan kewirausahaan, sebagai bekal bagi para pekerja untuk membuka lapangan kerja di tempat tinggalnya. Dengan modal yang sudah mereka miliki dari hasil peras keringat di Taiwan, mereka diharapkan dapat menjadi pionir untuk memajukan dan mengembangkan daerah mereka. Bukan malah menambah jumlah pengangguran.

Sedangkan kegiatan bagi para teman-teman mahasiswa, di antaranya adalah hafalan atau tahfidz Al-Quran dan juga Kajian Ahad Sore. Jangan berpikir yang muluk-muluk, karena hafalannya dimulai dari belakang, dan program ini baru dimulai minggu yang lalu. Berbeda dengan Kajian Ahad Sore yang memang sudah rutin dilaksanakan setiap ba’da Ashar hingga menjelang Maghrib. Namun ada yang berbeda dengan KAS minggu ini. Pematerinya bukan dari teman-teman mahasiswa, melainkan salah seorang pengurus Masjid Besar (Taipei Grand Mosque), Saudara Issa Chao dari CMA (Chinese Moslem Association).

kas2Sebelum menyampaikan materi kajian, sedikit banyak Saudara Issa mengisahkan latar belakangnya. Tidak disangka-sangka memang, Beliau yang di Taiwan ini mengurusi bagian sertifikasi Halal, dulunya adalah sarjana di bidang Computer Science. Beliau sempat juga berkelana ke beberapa negara, di antaranya Malaysia, Saudi Arabia, di Amerika selama 13 tahun untuk bekerja, dan sebelum kembali lagi di Taiwan, Beliau belajar Islam di Kairo. Tidak heran, dengan pengalaman segudang di negeri seberang, bahasa Inggrisnya sangat bagus. Meskipun Beliau lahir dan besar di Taiwan.

Topik yang disampaikan Beliau di hari itu adalah tentang Idul Adha, salah satu alasannya karena waktunya yang berdekatan dengan perayaan Hari Raya umat Muslim tersebut. Beberapa ayat, hadist dan tafsir tentang pengorbanan Nabi Ibrahim AS terhadap anak kesayangannnya, Nabi Ismail AS, dikaji oleh Beliau. Berkaitan dengan Idul Adha, Beliau juga membahas mengenai ibadah Haji. Rekaman serta materi lebih jelasnya akan diupload di arsip Kajian Ahad Sore. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Anehnya pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh teman-teman Formmit agak bergeser dari topik yang disampaikan. Mas Yunus menanyakan bagaimana menjaga Iman dan mempelajari Islam secara benar. Bu Yessi bertanya bagaimana mendidik anak agar bisa berbahasa Arab, berkaitan dengan pemahaman terhadap Al-Quran.  Pak Samsuri menanyakan mengenai memilih pemimpin, yang muslim tapi kurang baik atau yang baik tapi non-muslim. Lain lagi dengan Pak Bambang yang bertanya, bagaimana jika ada teman yang bertanya tentang Islam. Walaupun topiknya bergeser, Beliau tetap menjawab dengan pengetahuan yang dia miliki.

Menurut koordinator KAS, Pak Udin Harun, setiap sebulan sekali insya Allah akan mengundang pemateri dari Masjid Besar. Yang tentunya disampaikan dengan bahasa Inggris.

By Humin FORMMIT

NB : Jurnal Internasional Kajian Ahad Sore (JIKAS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: